Kunjungan Alumni SMAN Bojonegoro 1966

Kunjungan Kampus Univ Diponegoro

Perizinan Lahan Baperwil

Kunjungan Jaksa Agung RI

Kunjungan Bank Dunia

Kunjungan Univ Pertahanan Indonesia

Kunjungan Universitas Negeri Jember

Kunjungan Dinas Lingkungan Hidup Sampang Madura

Kunjungan Kapolres Bojonegoro

Kunjungan Kasat Lantas Polres Bojonegoro

Kunjungan Sat Reskoba Polres Bojonegoro

Kunjungan Kasat Binmas Polres Bojonegoro

Jumat Qalbu Kasat Binmas Polres Bojonegoro

Upacara Bendera Sosialisasi Gerakan 18.21 dan Pencegahan Keterlibatan Peserta Didik Dalam Aksi Unjuk Rasa


Bojonegoro - Senin, [14/10/2019] Pagi hari ini pukul 06.45 wib bertempat di halaman SMA Negeri 1 Bojonegoro telah dilaksanakan upacara bendera. Upacara bendera yang dilaksanakan secara rutin setiap hari senin dan diikuti oleh seluruh warga sekolah (Peserta Didik, Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan) berjalan dengan tertib dan khidmat. Selaku pembina upacara bendera pada pagi hari ini dipimpin langsung oleh beliau ibu Dra. Sri Seryowati, M.Pd (Kepala SMA Negeri 1 Bojonegoro).

Dalam upacara tersebut, beliau menyampaikan dan mengingatkan pesan penting dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2019 tertanggal 27 September 2019 tentang Pencegahan Keterlibatan Peserta Didik Dalam Aksi Unjuk Rasa Berpotensi Kekerasan. Sebagai pengingat bagi peserta didik SMA Negeri 1 Bojonegoro untuk menjaga komitmennya akan ikrar yang telah diucapkan bersama-sama untuk tidak terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan dalam upacara bendera yang telah dilaksanakan pada minggu lalu yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Bojonegoro. Beliau juga menghimbau untuk tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menyesatkan. 




Selain itu dalam amanatnya beliau juga menyampaikan dan mensosialisasikan Gerakan 18.21 akan himbauan dari Bupati Bojonegoro (Dr. Hj. Ana Mu'awanah) tentang untuk melakukan "puasa" menggunakan gadget, seperti handphone, smartphone, tablet, televisi, atau laptop sejak pukul 18.00 wib s.d. pukul 21.00 wib dan semua anggota keluarga untuk meluangkan waktunya untuk berkumpul di rumah dan secara bersama - sama melakukan aktivitas yang mengarah pada nuansa kebersamaan. Bagi yang muslim dapat menjalankan sholat, mengaji dilanjutkan makan malam. Belajar atau diskusi antar anggota keluarga, yang diharapkan dapat meningkatkan kembali interaksi antar anggota keluarga yang akan mewujudkan ketahanan keluarga yang kuat. 

Berikut isi dari surat edaran Bupati Bojonegoro 'Sosialiasi Gerakan 18.21 :

Prestasi Lomba Islamic Olympiad Management jenjang SMA/SMK/MA tingkat Jawa Bali


Lomba Islamic Olympiad Management jenjang SMA/SMK/MA tingkat Jawa Bali di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Hari Sabtu, 14 September 2019. lomba dibidang management bisnis ini mengangkat tema “Creativepreneur: Explore Students’ Creative Idea to Create Business in The Millenium Era”

Dari babak final terdiri dari 10 finalis lalu diambil 3 juara : 

Juara 1 SMAN 1 Bojonegoro
Juara 2 MAN 1 Lamongan
Juara 3 SMAN 2 Lamongan

atas nama : 
Shauma Aulya Zahra (XI-5)
Anisa Putri Khairina (XI-5)

Pembina Lomba :
Ibu Ika Febri, S.Pd.

SMA Negeri 1 Bojonegoro Melaksanakan Tes Bakat Skolastik Berbasis CBT


Sebanyak 283 siswa kelas dua belas (12) SMA Negeri 1 Bojonegoro pagi hari ini, Rabu (2/10/2019) melaksanakan Ted Bakat Skolastik berbasis Komputer Based Test (CBT) yang diselenggarakan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

Tes Bakat Skolastik yang selanjutnya disingkat (TBS) seperti dilansir dari website resmi Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) .

TBS merupakan alat tes yang digunakan untuk memprediksi kemampuan seseorang jika diberikan kesempatan untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi atau pada situasi yang baru. Penggunaan TBS untuk memberikan informasi potensi belajar siswa sehingga dapat melengkapi hasil tes prestasi yang sudah diterapkan di sekolah saat ini. Berbeda dari tes prestasi, TBS disusun tidak berdasarkan silabus mata pelajaran tertentu sehingga dalam menjawab soal lebih tergantung pada daya nalar siswa baik logis maupun analitis.

TBS dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Kemendikbud sejak tahun 1990, yang dalam pengembangannya sedikit banyak mengacu pada pengembangan SAT (Scholastic Aptitude Test). SAT merupakan tes potensi yang digunakan sebagai salah satu alat seleksi masuk perguruan tinggi di Amerika. Salah satu keunggulan TBS adalah prosedur pengembangan butir soal yang sudah terstandar dengan melibatkan tenaga ahli dari beberapa perguruan tinggi, sehingga soal yang dikembangkan merupakan soal yang valid. Soal yang telah diuji kemudian dikelola dalam bentuk bank soal yang terkalibrasi sehingga hasil tes dari beberapa subtes yang berbeda, tahun yang berbeda, dan rakitan atau paket yang berbeda, akan dapat diperbandingkan.

Puspendik mengembangkan TBS dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang terdiri dari 3 subtes. Berikut ini rincian masing-masing subtes TBS:

Subtes Verbal : mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan logika verbal untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan masalah kata/bahasa
Subtes verbal terdiri dari: Sinonim, Antonim, Analogi dan Wacana

Subtes Kuantitatif: mengukur kemampuan matematis sederhana, memahami konsep matematika dan menggunakan logika angka untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan angka. Subtes Kuantitatif terdiri dari: Deretan Angka, Aritmatika dan Aljabar, dan Geometri.

Subtes Penalaran: Mengukur kemampuan untuk memilih dan mengorganisasi informasi yang relevan untuk menyelesaikan masalah. Subtes Penalaran terdiri dari: Logis, diagram dan Analitis.

TBS diharapkan dapat digunakan di sekolah-sekolah sehingga sekolah akan memperoleh informasi mengenai potensi belajar siswa didiknya. Akurasi prediksi prestasi siswa pada jenjang/kelas yang lebih tinggi dapat terlihat berdasarkan hasil TBS, yang berarti bahwa TBS mempunyai korelasi yang signifikan dengan prestasi belajar siswa. Siswa dengan nilai TBS yang tinggi, maka siswa tersebut tentunya akan mempunyai prestasi belajar yang bagus.

TBS merupakan alat tes yang digunakan untuk memprediksi kemampuan seseorang jika diberikan kesempatan untuk melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi atau pada situasi yang baru. Penggunaan TBS untuk memberikan informasi potensi belajar siswa sehingga dapat melengkapi hasil tes prestasi yang sudah diterapkan di sekolah saat ini. Berbeda dari tes prestasi, TBS disusun tidak berdasarkan silabus mata pelajaran tertentu sehingga dalam menjawab soal lebih tergantung pada daya nalar siswa baik logis maupun analitis.

TBS dikembangkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang Kemendikbud sejak tahun 1990, yang dalam pengembangannya sedikit banyak mengacu pada pengembangan SAT (Scholastic Aptitude Test). SAT merupakan tes potensi yang digunakan sebagai salah satu alat seleksi masuk perguruan tinggi di Amerika. Salah satu keunggulan TBS adalah prosedur pengembangan butir soal yang sudah terstandar dengan melibatkan tenaga ahli dari beberapa perguruan tinggi, sehingga soal yang dikembangkan merupakan soal yang valid. Soal yang telah diuji kemudian dikelola dalam bentuk bank soal yang terkalibrasi sehingga hasil tes dari beberapa subtes yang berbeda, tahun yang berbeda, dan rakitan atau paket yang berbeda, akan dapat diperbandingkan.

Puspendik mengembangkan TBS dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang terdiri dari 3 subtes. Berikut ini rincian masing-masing subtes TBS:

Subtes Verbal : mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan logika verbal untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan masalah kata/bahasa
Subtes verbal terdiri dari: Sinonim, Antonim, Analogi dan Wacana

Subtes Kuantitatif: mengukur kemampuan matematis sederhana, memahami konsep matematika dan menggunakan logika angka untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan angka.

Subtes Kuantitatif terdiri dari: Deretan Angka, Aritmatika dan Aljabar, dan Geometri.

Subtes Penalaran: Mengukur kemampuan untuk memilih dan mengorganisasi informasi yang relevan untuk menyelesaikan masalah.

Subtes Penalaran terdiri dari: Logis, diagram dan Analitis.

TBS diharapkan dapat digunakan di sekolah-sekolah sehingga sekolah akan memperoleh informasi mengenai potensi belajar siswa didiknya. Akurasi prediksi prestasi siswa pada jenjang/kelas yang lebih tinggi dapat terlihat berdasarkan hasil TBS, yang berarti bahwa TBS mempunyai korelasi yang signifikan dengan prestasi belajar siswa. Siswa dengan nilai TBS yang tinggi, maka siswa tersebut tentunya akan mempunyai prestasi belajar yang bagus.



Apel Pagi Bersama Kasat Lantas Polres Bojonegoro Berikrar Menolak Unjuk Rasa dan Menjaga Perdamaian


Menindaklanjuti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2019 tertanggal 27 September 2019 tentang Pencegahan Keterlibatan Peserta Didik Dalam Aksi Unjuk Rasa Berpotensi Kekerasan.

Pagi hari ini, Senin (30/9/2019) pukul 06.45 wib SMA Negeri 1 Bojonegoro menggelar apel pagi di halaman sekolah. Apel yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Aristianto BS SH SIK MH diikuti oleh seluruh peserta didik, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.


Menyusul maraknya pemberitan yang beredar di media sosial akhir akhir ini terkait demonstrasi yang melibatkan para pelajar, Kasat Lantas Polres Bojonegoro melalui amanat apel pagi hari ini menyampaikan pesan penting dari Kapolres Bojonegoro dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy Menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2019 tertanggal 27 September 2019 tentang Pencegahan Keterlibatan Peserta Didik Dalam Aksi Unjuk Rasa Berpotensi Kekerasan.

Pesan Kapolres Bojonegoro mengajak seluruh warga SMA Negeri 1 Bojonegoro untuk menjaga kondusifitas dan memelihara keamanan dan ketertiban dalam berlalu lintas. Tidak ikut dalam menyebarkan berita - berita bohong atau sering disebut Hoax, sharing informasi yang didapat sebelum di share.

Pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy Melalui Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2019

"Saya ingin mengingatkan peserta didik kita, siswa kita harus kita lindungi dari berbagai macam tindak kekerasan atau berada di dalam lingkungan di mana ada kemungkinan mengancam jiwa yang bersangkutan.

Mendikbud Muhadjir Effendy meminta kepala daerah beserta segenap jajaran, khususnya kepala dinas pendidikan, agar melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan.

Langkah pertama adalah memastikan pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru untuk dapat memantau, mengawasi, serta menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik di dalam dan di luar lingkungan sekolah.

Selain itu, menjalin kerja sama dengan orang tua atau wali murid untuk memastikan putera dan puterinya mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan ketentuan.

Siswa itu masih tanggung jawab guru dan orang tua, karena menurut undang-undang statusnya masih sebagai warga negara yang dilindungi. Belum dewasa, belum bisa mengambil keputusannya sendiri.

Meminta kepala sekolah dan guru juga membangun komunikasi yang harmonis dengan peserta didik. Selain itu, kata dia, mendorong pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dapat menyalurkan pemikiran kritis, bakat, dan kreativitas peserta didik masing-masing.

Pentingnya memastikan pengurus organisasi siswa intra sekolah (OSIS) khususnya dan peserta didik pada umumnya untuk tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menyesatkan.

Sebagai bentuk wujud dari warga SMA Negeri 1 Bojonegoro tidak ikut terlibat dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan dan selalu menjaga kondusifitas serta memelihara keamanan dan ketertiban dalam berlalu lintas, seluruh warga sekolah berikrar dan menandatangani ikrar yang telah dibacakan dalam apel pagi hari ini.


Ikrar Siswa Siswi SMA Negeri 1 Bojonegoro
Kami Siswa Siswi SMA Negeri 1 Bojonegoro Berikrar

1. Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Setia Kepada Pancasila Undang -Undang Dasar 1945 dan NKRI
3. Fokus Pada Kegiatan Belajar Mengajar Untuk Mewujudkan Generasi Yang Unggul Untuk Membawa Indonesia Lebih Maju
4. Menolak Aksi Unjuk Rasa Yang Berpotensi Kekerasan, Siap Berpartisipasi Untuk Menciptakan Situasu Kantibmas Bojonegoro Yang Aman Tertib dan Damai 
5. Demikian Ikrar Kami Semoga Indonesia Tetap Jaya Kami Cinta NKRI




SMA Negeri 1 Bojonegoro Turut Serta Mendukung Kegiatan Acara Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional


Untuk pertama kalinya SMA Negeri 1 Bojonegoro turut serta dan mendukung kegiatan acara peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional atau International Day of Sign Language (IDSL). Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional yang jatuh pada tanggal 23 Spetember telah dinyatakan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) sesuai dengan resolusi IDSL (A/C.3/72/L.36/Rev.1 - International Sign version).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggelar acara untuk memasyarakatkan bahasa isyarat. Adapun kegiatan acara dipilih dan dipusatkan di kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 500 penyandang disabilitas pendengaran (tuna rungu) rencana akan merayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional di alun -alun kabupaten Bojonegoro besuk pada hari Minggu (29/9/2019).

Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional International Day of Sign Language (IDSL) diharapakan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahasa isyarat dan juga meningkatkan kualitas hidup bagi komunitas penyandang disabilitas pendengaran (tuna rungu).

SMA Negeri 1 Bojonegoro tahun ini dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional International Day of Sign Language (IDSL) turut serta dalam mensukseskan kegiatan acara tersebut. Sebanyak kurang lebih 70 an orang penyandang disabilitas pendengaran (tuna rungu) dari kelompok DPC Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) Kabupaten Kediri, DPC GERKATIN Kota Kediri dan DPC GERKATIN Kabupaten Ngawi bermalam atau menginap di SMA Negeri 1 Bojonegoro.

Seperti yang telah disampaikan di acara pertemuan dinas singkat (briefing) yang dipimpin langsung oleh beliau ibu Dra. Sri Setyowati, M.Pd selaku Kepala SMA Negeri 1 Bojonegoro yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, Jum'at (27/9/2019). "Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional International Day of Sign Language (IDSL), SMA Negeri 1 Bojonegoro akan kedatangan tamu dari penyandang disabilitas pendengaran (tuna rungu). Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro meminta bantuan SMA Negeri 1 Bojonegoro untuk memberikan fasilitas tempat bermalam atau menginap bagi penyandang disabilitas pendengaran (Tuna Rungu)" terang beliau dalam pertemuan dinas singkat (briefing)

Tentu saja hal ini direspon sangat baik oleh SMA Negeri 1 Bojonegoro. "Sekolah menyediakan sebanyak 8 ruang kelas yang masing - masing kelas telah disediakan tikar untuk dipakai bermalam atau menginap bagi sejumlah penyandang disabilitas pendengaran (tuna rungu). Adapun penyediaan tikar sejumlah ruangan yang disediakan selain milik sekolah juga hasil pinjam milik bapak/ibu guru yang sedianya juga senang dan turut mendukung kegiatan acara tersebut", pungkas ibu Ana Rochanah. M, Pd (Wakasek Sarana Prasarana SMA Negeri 1 Bojonegoro)


"Sebanyak kurang lebih 500 penyandang disabilitas pendengaran (tuna rungu) dari berbagai kabupaten / kota di Jawa Timur akan datang di Kabupaten Bojonegoro untuk memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional International Day of Sign Language (IDSL). Sementara penyandang disabilitas pendengaran (tuna rungu) yang akan bermalam atau menginap di SMA Negeri 1 Bojonegoro kurang lebih 70 an orang dari kelompok DPC Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) Kabupaten Kediri, kelompok DPC GERKATIN Kota Kediri dan kelompok DPC GERKATIN Kabupaten Ngawi, dan sampai malam ini belum semuanya datang" ujar beliau bapak Yashua, Liswanto dan Paniran (petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro) di dampingi bapak Markasim (Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Bojonegoro) setelah berhasil dikonfirmasi.

SMA Negeri 1 Bojonegoro sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA) di Kabupaten Bojonegoro tentu saja harus melaksanakan prinsip - prinsip penyelenggaraan akan Sekolah Ramah Anak yang mana sekolah harus mampu menghadirkan sebagai sebuah media, tidak sekedar tempat yang menyenangkan bagi anak untuk belajar.


Terlihat beberapa penyandang disabilitas pendengaran (tuna rungu) berusaha berkomunikasi dalam bahasa isyarat dengan bapak/ibu guru SMA Negeri 1 Bojonegoro (bapak Markasim dan ibu Anis Fathul Cholis) meminta bantuan untuk memakai fasilitas internet dalam ruangan kelas. Meskipun agak susah dalam komunikasi beliau berduanya dapat melayaninya dengan baik.

Gebyar Muharrom 1441 H ' Hijrah Sebagai Momentum Perubahan Menuju Tahun Yang Berkah'



Kamis, [12/09/2019] pagi hari ini pukul 06.00 wib di SMA Negeri 1 Bojonegoro melalui program kerja OSIS sie-1 Pembinaan Keimanan dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa menyelenggarakan kegiatan Gebyar Muharrom 1441 H. Kegiatan ini merupakan program rutin sekolah yang dilaksanakan setiap tahunnya. 

Adapun rangkaian acara kegiatan gebyar muharrom tahun 1441 H di SMA Negeri 1 Bojonegoro antara lain ;

Siraman rohani (pengajian),
Tema "Hijrah Sebagai Momentum Perubahan Menuju Tahun Yang Berkah" dan pemberi tausiyah beliau ust. Agus Sholahuddin, LC

Lomba Cerdas Cermat Agama Islam (CCAI), 
lomba diikuti setiap kelas 10, 11 dan 12 dengan mengirimkan satu perwakilan regu yang beranggotakan 3 siswa (2 putri dan 1 putra)


Lomba Fashion Show,
lomba diikuti setiap kelas 10, 11 dan 12 dengan mengirimkan perwakilan di masing - masing kelas untuk mengikuti lomba. Penilaiannya meliputi : public ekspresi, speaking, ekspresi, dan kreativitas busana.


Lomba Nasyid Akapella,
lomba diikuti setiap kelas 10, 11 dan 12 dengan mengirimkan satu perwakilan tim yang beranggotakan 5 - 10 orang. Penilainnya meliputi : lagu dan aransemen, performance, kekompakan, dinamisasi, harmonisasi dan kreativitas


Lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an,
lomba ini hanya di ikuti setiap kelas 10 dan 11. Penilaiannya meliputi : tajwid, makraj, suara, maqam, dan fasholah


Gebyar muharrom yang diselenggarakan di SMAN 1 Bojonegoro ini merupakan bagian dari penanaman pendidikan karakter bagi seluruh peserta didik. Banyak sekali manfaat atau nilai-nilai keilmuan dan sosial yang bisa diambil. Misalnya dengan lomba nasyid acapela dan cerdas cermat agama Islam, tentunya setiap peserta didik menunjukan kemampuannya baik secara karakter maupun keilmuannya.


Berikut foto dokumentasi kegiatan  Gebyar Muharrom 1441 H di SMAN 1 Bojonegoro :

Kegiatan Siraman Rohani (Pengajian)


Lomba nasyid

Lomba Cerdas Cermat Agama Islam (CCAI)


Lomba Fashion Show

Mewujudkan Sekolah Sehat Melalui Program Jumat Sehat


Sebanyak 918 peserta jalan sehat terdiri dari 854 peserta didik, 48 tenaga pendidik dan 16 tenaga kependidikan pagi hari ini mengikuti jalan sehat dalam rangka program jum'at sehat yang dilaksanakan secara rutin tiap hari jumat secara bergiliran (program sehat, program bersih dan program qalbu). Jum'at (6/9/2019)

Kegiatan program jum'at sehat, jum'at qalbu dan jum'at bersih yang sudah menjadi budaya atau pembiasaan bagi seluruh warga  sekolah berjalan rutin pelaksanaanya mendapat dukungan dari segenap warga sekolah.

Program jumat sehat di SMA Negeri 1 Bojonegoro memiliki dua kegiatan utama yaitu kegiatan senam dan jalan sehat. Kegiatan senam pada pagi hari ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 12, sementara yang lainnya mengikuti kegiatan jalan sehat yang mengambil rute : jalan Panglima Sudirman [Start] - jalan AKBPM Soetomo - jalan - jalan Imam Bonjol - jalan Mastrip - jalan MH Thamrin - jalan Panglima Sudirman [Finish].

Mensano In Corporisano (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat).

Dengan aktifitas olahraga senam dan juga jalan sehat ini selain sehatkan tubuh juga bisa menyegarkan dan menyehatkan jiwa yang bisa saja mengalami tekanan dalam bekerja. 

Diharapkan kegiatan ini dapat membantu para siswa dan guru untuk menjaga kondisi tubuh dan mengingatkan akan pentingnya olahraga dalam kehidupan sehari-hari.

Selain untuk menjaga kesehatan, dengan kegiatan senam dan jalan sehat kebugaran dapat terjaga, menyegarkan pikiran dan memperhatikan lingkungan di sekitar SMA Negeri 1 Bojonegoro. Semuanya ini demi mewujudkan sekolah sehat dan seluruh warga sekolah siap kembali menjalankan aktifitas dalam melayani pendidikan dengan prima dan semangat dalam pembelajaran.

Malam Gelar Kemerdekaan (MGK) Tahun 2019


Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, sesuai dengan program kerja osis sie iv (bidang pembinaan prestasi akademik, seni, dan atau olahraga sesuai bakat dan minat) SMA Negeri 1 Bojonegoro  menyelenggarakan Malam Gelar Kemerdekaan (MGK) Tahun 2019. Adapun tema yang dipilih pada malam gelar kemerdekaan (MGK) tahun ini adalah "Indyawara" yang memiliki arti Indonesia memiliki tarian yang cantik dan berguna serta terkenal di dunia.

Melalui kegiatan Malam Gelar Kemerdekaan (MGK) pada Minggu (25/8/2019) di halaman SMA Negeri 1 Bojonegoro memberikan wadah inspiratif bagi peserta didik untuk berkreasi, berinovasi dan kewirausahaan.

Rangkaian acara dimulai dengan penilaian Stand dan Maskot, LP Collabs Rawit Jingga, Sambutan - Sambutan (Ketua Panitia, Ketua OSIS, dan Kepala Sekolah), Jemparing, Keroncong Anak Tiri, Vokal Solo, Subakir Band, Modelling FT Vokal Duo, Band Guru, Inspirit, Serabi Band, Geometry Project, dan acara diakhiri dengan penampilan Guest Star sebagai puncak acara.

Semarak kemeriahan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan RI mulai bergema saat disajikan tarian pembukaan yang dibawakan oleh peserta didik yang tergabung dalam komunitas jemparing SMA Negeri 1 Bojonegoro. Kelihaian dan kepiawiannya dalam gerak dan tari mereka tampilkan untuk menghibur secara elegan.






Super Parenting : 'Di Balik Anak Yang Sukses Ada Orang Tua Yang Ridho'


Super Parenting : "Di balik anak yang sukses ada orang tua yang ridho" bertempat di halaman SMA Negeri 1 Bojonegoro jalan Panglima Sudirman 28 Bojonegoro, 62111 Sabtu [24/8/2019]

SMA Negeri 1 Bojonegoro menghadirkan Mr. Nafik Palil, Internasional Grand Master Trainer dari pendiri The NAFF Education dan Motivator dari The NAFF Management Surabaya, sebagai narasumber dalam acara super parenting di SMA Negeri 1 Bojonegoro.

Membentuk karakter anak didik yang bertanggung jawab dan menyiapkan masa depan anak didik yang baik dan sukses dibutuhkan keridhoan dari orang tua menjadi target utama sekolah mendatangkan Mr. Nafik Palil.

Seperti yang pernah disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy bahwa Program Parenting orang tua dan sekolah merupakan hal yang penting dalam rangka mewujudkan pendidikan karakter bagi pelajar di Indonesia

Program super parenting yang digelar di halaman SMA Negeri 1 Bojonegoro ini dilaksanakan dalam 3 sesi waktunya, di awali kelas 12 program super parenting dimulai pukul 06.45 s.d. 09.30 wib, dilanjutkan kelas 11 program super parenting dimulai pukul 10.00 s.d. 12.30 wib, dan terakhir kelas 10 dimulai pukul 13.00 s.d. 16.00 wib. 

Selain anak didik dan orang tua peserta didik Mr. Nafik Palil juga memotivasi tenaga pendidik dan kependidikan SMA Negeri 1 Bojonegoro untuk menumbuhkan jiwa kebersamaan dan kekeluargaan untuk mendidik anak didiknya serta memajukan SMA Negeri 1 Bojonegoro sebagai lembaga pendidikan SMA Negeri terbaik di Kabupaten Bojonegoro.

Berikut beberapa foto dokumentasi kegiatan Super Parenting : Di Balik Anak Didik Yang Sukses Ada Orang Tua Yang Ridho bertempat di halaman SMA Negeri 1 Bojonegoro Tahun Pelajaran 2019/2020 :


 Narasumber Mr. Nafik Palil Acara Super Parenting di SMA Negeri 1 Bojonegoro

 Penyampaian Program Sekolah Oleh Dra. Sri Setyowati. M.Pd (Kepala SMA Negeri 1 Bojonegoro)





Semarak Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia


SMA Negeri 1 Bojonegoro – Tujuh belas Agustus diperingati sebagai hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap daerah di Indonesia banyak yang tak ingin menyia-nyiakan momen tersebut. Biasanya, momen tersebut makin meriah dengan diadakannya berbagai lomba dalam memeriahkan Kemerdekaan RI yang diperingati setiap tahunnya.

Demikian halnya di SMA Negeri 1 Bojonegoro, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia beragam lomba, seperti makan krupuk, 'nyunggi tampah', karet estafet, dan banyak lomba yang lainnya turut mengisi dan memeriahkan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di SMA Negeri 1 Bojonegoro, Jum'at [23/08/2019].

Selain menambah rasa nasionalisme, berbagai lomba - lomba yang digelar ini diharapkan dapat membangun suasana kebersamaan peserta didik dan tujuan utamanya bukanlah prestasi. Tapi acara lomba 17 Agustus ini lebih ke arah rekreatif yang sifatnya gembira dengan menghidupkan suasana peserta didik dengan hiburan berupa perlombaan.




Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS dan MPK Periode 2019/2020 SMA Negeri 1 Bojonegoro

Orasi Penyampaian Visi Misi Para Kandidat Calon Ketua OSIS/MPK Periode 2019/2020

SMA Negeri 1 Bojonegoro memiliki cara untuk memperkenalkan dan mendekatkan peserta didik pada demokrasi. Salah satunya dengan menggelar pemili­han Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSiS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dengan model pemilihan umum. Pemilihan Ketua OSIS dan MPK tersebut digelar setiap tahunnya, lengkap dengan bilik sua­ra, kertas suara hingga tinta celup untuk jari pemilih.

Sesuai dengan program kerja OSIS Sie V (Pembinaan Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan dan Toleransi Sosial Dalam Konteks Masyarakat Plural) SMA Negeri 1 Bojonegoro periode 2018/2019 menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Ketua OSIS dan MPK Periode 2019/2020, Jum'at [23/08/2019]                     

Sebelum pelaksanaan tahaoan pemungutan suara pemilihan Ketua OSIS dan MPK Periode 2019/2020 dimulai, terlebih dahulu 5 calon ketua OSIS dan 5 calon ketua MPK diminta memberikan orasi sekaligus penyampaian visi dan misi dari masing - masing kandidat di depan seluruh warga sekolah.

Pemilihan umum yang dilakukan setengah hari ini, adapun jumlah daftar pemilih di ajang pesta demokrasi tahunan ini sebanyak 918 warga sekolah dari jumlah 854 peserta didik, 48 tenaga pendidik dan 16 tenaga kependidikan.

Teknis pemungutan suara dilakukan secara bergantian, layaknya pemilihan umum (pemilu) pemilih diberikan bilik dalam memilih kandidat untuk menjaga kerahasiaan hak suara pemilih. Setelah kegiatan pemungutan suara pemilihan ketua OSIS dan MPK selesai, hari itu juga dilakukan penghitungan suara hingga keluar hasil siapa yang menjadi ketua OSIS dan MPK terpilih.

Berikut Foto Dokumentasi Pemilihan Ketua OSIS dan MPK Periode 2019/2020 di halaman SMAN 1 Bojonegoro :

Sambutan Ketua OSIS/MPK Periode 2018/2019

Sambutan Kepala SMA Negeri 1 Bojonegoro Pemilihan Ketua OSIS/MPK Periode 2019/2020

Pemungutan Suara Pemilihan Ketua OSIS/MPK SMA Negeri 1 Bojonegiro Periode 2019/2020

Pemungutan Suara Pemilihan Ketua OSIS/MPK SMA Negeri 1 Bojonegiro Periode 2019/2020

Pemungutan Suara Pemilihan Ketua OSIS/MPK SMA Negeri 1 Bojonegiro Periode 2019/2020

Pemungutan Suara Pemilihan Ketua OSIS/MPK SMA Negeri 1 Bojonegiro Periode 2019/2020

Sosialisasi Pendampingan Sekolah Binaan Calon Sekolah Adiwiyata'


Upaya SMAN 1 Bojonegoro menargetkan untuk meraih predikat sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Mandiri tengah dipersiapkan dengan baik dan mendapatkan dukungan dari segenap warga sekolah.

Banyak manfaat yang akan diperoleh sekolah dalam mengikuti program Adiwiyata yang digulirkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang bekerjasama dengan Kementerian pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam sambutannya diacara 'Sosialisasi Pendampingan Sekolah Binaan Calon Sekolah Adiwiyata', Ibu Dra. Sri Setyowati, M,Pd (Kepala SMAN 1 Bojonegoro) yang tengah didampingi 3 wakaseknya menyampaikan bahwasannya dengan mengikuti program Adiwiyata sekolah ini bisa menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah sehingga dapat menjadi tempat yang nyaman dan kondusif selama proses pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, dengan harapan dikemudian hari warga sekolah tersebut dapat turut bertanggungjawab dalam segala bentuk upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pelestarian Lingkungan Hidup. Selasa (20/8/2019)


Acara sosialisasi pendampingan sekolah binaan calon sekolah Adiwiyata yang diikuti oleh 7 sekolah binaan diantaranya ada SMAN 1 Bubulan, SMAN 1 Gondang, SMAN 1 Kedungaden, SMAN 1 Dander, SMK Pancasila, SMAN 4 Bojonegoro dan SD IT Insan Permata Bojonegoro mendapatkan materi langsung dari pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, dan Tim Adiwiyata SMAN 1 Bojonegoro.

Usai pemberian  sambutan pembukaan yang disampaikan oleh kepala SMAN 1 Bojonegoro, acara dilanjutkan dengan pemberian materi tentang Mewujudkan Sekolah Yang Bersih dan Sehat bebas Sampah yang disampaikan oleh pemateri pertama dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro beliau ibu iin ( selaku Humas) dan bapak Muh Hanif (selaku kabid).


Pemateri kedua di acara sosialisasi pendampingan sekolah binaan calon sekolah Adiwiyata dari Tim Adiwiyata SMAN 1 Bojonegoro beliau bapak Zaenal Ikhsan , S.Kom dan ibu NInik Srihandayani, M.Pd menyampaikan materi tentang tata cara pengisian makroexcell persiapan adiwiyata sekolah tingkat kabupaten.

Di acara bimbingan pengisian makro excell ini hanya disampaikan untuk sekolah binaan bapak/ibu guru yang ditunjuk oleh sekolahnya masing-masing. Sementara untuk siswanya perwakilan dari masing-masing sekolah binaan diarahkan dan dipandu untuk melihat berbagai fasilitas belajar di lingkungan SMAN 1 Bojonegoro yang ramah lingkungan.

Dipandu oleh tim adiwiyata sekolah dan beberapa peserta didik SMAN 1 Bojonegoro yang tergabung dalam kader lingkungan kelompok kerja (Pokja) diantaranya ada pokja green house, pokja mini zoo, pokja gasebo, poja sanitasi, poja biopori, pokja kamar mandi dan pokja bank sampah, siswa siswi dari sekolah binaan diperkenalkan lingkungan disekitar SMAN 1 Bojonegoro diantaranya ada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), biopori dan sumur resapan, green house, ruang pameran karya siswa/siswa SMAN 1 Bojonegoro, ruang kesenian dan pengelolaan sampah serta pembuatan pupuk kompos.

 Pokja Sanitasi Tentang Ipal



 Pokja Green House
Pokja Pengelolaan Sampah

 
Copyright © 2017 SMA Negeri 1 Bojonegoro. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger