Praktik Baik Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta Didik Dalam Pembelajaran

PURNOMO WAHYUDI, S.T.
NIP 198107142022211013
SMA NEGERI 1 BOJONEGORO

MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE) MENGGUNAKAN METODE STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK) TERKAIT PENGALAMAN MENGATASI PERMASALAHAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN

Siklus 1 : Program Pembelajaran Inovatif

Lokasi : SMA Negeri 1 Bojonegoro
Lingkup Pendidikan  : Sekolah Menengah Atas
Penulis     : Purnomo Wahyudi
Tanggal    : Selasa, 17 Oktober 2023

Guru Pamong : 
1. Ghrozali Kabul, S.Pd

Dosen Pembimbing: 
(Universitas Kristen Satya Wacana) 

1. Yessica Nataliani, S.Si., M.Kom., Ph.D.
2. Mila Chrismawati Paseleng, S.Si., M.Pd.

Tujuan yang ingin dicapai : Meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Bojonegoro pada pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) menggunakan metode demonstrasi di Jam-Jam Kritis Utamanya Pembelajaran di Waktu Jelang Pulang Sekolah.

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

Adapun latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini, diidentifikasikan bahwa akar permasalahannya adalah:

Motivasi dan minat belajar peserta didik yang rendah dalam proses pembelajaran di jam-jam kritis terutama pada saat menjelang pulang sekolah dengan akar penyebab masalahnya metode yang disampaikan guru kurang menarik yakni metode ceramah di dalam kelas. Guru belum mengarahkan pembelajaran di kelas ke arah Students Centered (Berpusat pada Peserta Didik) Metode dan model pembelajaran yang inovatif belum sepenuhnya di terapkan di kelas. Media berbasis ICT (Information and Communication Technologies) kurang dimanfaatkan oleh guru untuk menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang lebih menarik dan interaktif. 

Alasan Memilih Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PJBL) dengan Metode Demonstrasi sebagai inovasi pembelajaran :
  1. Model pembelajaran project based learning merupakan pembelajaran inovatif yang berpusat pada siswa (student centered) dan menempatkan guru sebagai motivator dan fasilitator, dimana siswa diberi peluang bekerja secara otonom mengkonstruksi belajarnya. Salah satu konsep implementasi Kurikulum Merdeka ialah menerapkan proses pembelajaran berbasis proyek/Project Based Learning (PjBL). Guo et al., (2020) menjelaskan bahwa PjBL merupakan pembelajaran bermakna karena orientasinya menyelesaikan proyek yang berbasis kontekstual. PjBL memiliki tiga tahap alur yang harus diperhatikan, yakni permulaan, pengembangan, dan penyimpulan (Sulistyati et al., 2021).

    "Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Pembelajaran Berbasis Proyek pada Sekolah Penggerak Kelompok Bermain Terpadu Nurul Falah dan Ar-Rasyid Banda". Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 8, Nomor 1, Juni 2023

  2. Metode pembelajaran demonstrasi adalah metode mengajar menggunakan cara memperagakan barang, insiden, aturan serta urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara pribadi juga melalui penggunaan media pedagogi yang relevan.

    "Implementasi Metode Pembelajaran Demonstrasi Dalam Pembelajaran Fiqih Di Man 1 Wonosobo Tahun Pelajaran 2021/2022" Jurnal Profesi Pendidikan dan Keguruan ALPHATEACH, Vol. 2 No. 2, 1 - 5
Praktik Baik (Best Practice) pada pembelajaran ini sangat perlu untuk dibagikan karena model pembelajaran yang digunakan adalah Project Based Learning (PJBL) yakni model pembelajaran yang lebih banyak mengutamakan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, baik secara individu maupun kelompok. Melalui model pembelajaran ini peserta didik mendapatkan pembelajaran bermakna sehingga mampu berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah, melakukan inisiatif untuk mengemukakan pendapatnya, menyelesaikan tugas secara mandiri, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, mengembangkan proyek menggunakan media yang ditentukan sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama kelompoknya, menguji hasil dan mengevaluassi pengalaman belajar peserta didik dengan melakukan presentasi di depan kelas laboratorium komputer. Keseluruhan tahapan kegiatan tersebut mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Penulis berpendapat bahwa masalah-masalah yang saya hadapi sudah umum terjadi di banyak sekolah dan saya yakin guru lainnya di luar sana mengalami hal yang serupa. Oleh karena itu, harapan saya adalah bahwa praktik baik ini bukan hanya berpengaruh terhadap motivasi diri saya pribadi sebagai pelaksana dan penulis dalam menerapkan model, metode dan media pembelajaran yang inovatif, namun juga bisa bermanfaat dan berdampak nyata sebagai inspirasi dan referensi untuk diimplemantasikan langsung oleh rekan-rekan guru lainnya yang tergerak untuk menyelesaikan masalah serupa di kelas dan sekolahnya masing-masing.

Pelaksana sebagai guru profesional memiliki peran sebagai pemimpin pembelajaran dan orang yang bertanggung jawab penuh mendorong kolaborasi untuk melaksanakan praktik pembelajaran ini secara efektif dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dan media pembelajaran yang tepat guna serta inovatif sehingga tujuan pembelajaran dan hasil belajar peserta didik bisa tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tantangan :

Kegiatan Pembelajaran berbasis Project Based Learning (PJBL) dengan Metode Demonstrasi serta pemilihan penilaian Assessment for learning pada praktik pembelajaran inovatif  disini adalah perlunya persiapan dan kesiapan yang baik dari sisi sarana prasarana pendukung dalam hal ini diperlukan laboratorium komputer dengan dilengkapi aplikasi pengolah kata dan pengolah angka (aplikasi perkantoran) menggunakan platform Microsoft Word dan Microsoft Excel untuk proses pembelajaran juga perlu dilengkapi jaringan internet yang stabil, membutuhkan manajemen waktu yang baik dalam pembelajaran mulai dari kegiatan pendahuluan,kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Utamanya eksekusi pengerjaan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang sudah dipersiapkan secara daring melalui media pembelajaran berbasis AI mulai dari pre test, penugasan membuat karya dan pengumpulan (unggah) karya , post test, dan lembar survey peserta didik supaya pembelajaran bisa selesai tepat waktu

Penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Students Centered (Berpusat pada murid) yang mengandung unsur literasi, numerasi, HOTS, TPACK dan ICT disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Pengunaan model dan metode pembelajaran inovatif yang efektif dan efisien sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik. Pembuatan bahan dan media ajar yang menarik dan interaktif. Meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik dengan memilih strategi dan cara yang menarik, kolaboratif dan komunikatif.

Pihak–pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah peserta didik, rekan–rekan guru, kepala sekolah, guru pamong dan dosen pembimbing dari Universitas Kristen Satya Wacana. Penulis menganggap bahwa rekan–rekan guru dan kepala sekolah sebagai orang-orang yang sudah ahli dan berpengalaman dalam kegiatan pembelajaran perlu dilibatkan sebagai pemberi pendapat dan saran agar proses praktik pembelajaran dapat dilakukan secara optimal dan terarah sehingga tujuan dari pelaksanaan kegiatan praktik pembelajaran ini dapat diwujudkan sesuai harapan dan indikator capaian.

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

Langkah-Langkah
  1. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis Students Centered (berpusat pada murid) yang mengandung unsur literasi, numerasi, HOTS, TPACK dan ICT yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan peserta didik untuk meningkatkan motivasi belajar dalam pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.
  2. Mengkomunikasikan RPP kepada kepala sekolah dan rekan guru sejawat serta dosen pembimbing atau guru pamong agar dapat di berikan saran dan rekomendasi agar RPP dapat disusun lebih baik.
  3. Memilih model dan metode pembelajaran inovatif yang efektif dan efisien sesuai dengan karakteristik peserta didik seperti PjBl (Project Based Learning).
  4. Membuat media ajar yang menarik berbasis AI
  5. Menyediakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  6. Mempersiapkan pertanyan-pertanyaan untuk dimasukan ke dalam instrumen penilaian.
  7. Membuat instrumen penilaian assesmen untuk Pre-Test dan Post-test menggunakan Goggle Form.
  8. Mempersiapkan sarana dan fasilitas penunjang pembelajaran seperti laptop, proyektor, speaker, website/Blog, video pembelajaran dan internet dengan jaringan yang kuat.
  9. Melaksanakan pembelajaran menggunakan model PjBL, dan menyusun Project, melakukan Assesment, evaluasi.
  10. Di dalam proses pembelajaran, guru melakukan ice breaking yang menarik dan masih memiliki kaitan dengan materi pokok yang diajarkan serta memberikan apresiasi berupa rewards seperti pujian, gerakan memuji, timbal balik positif terhadap peserta didik maupun hadiah.
 
Strategi
Strategi yang digunakan adalah sebagai berikut:
  1. Memberikan informasi rinci kepada Kepala Sekolah tentang pelaksanaan praktik pembelajaran yang akan dilakukan.
  2. Membangun komunikasi dan kolaborasi dengan wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum untuk perencanaan jadwal pelaksanaan pembelajaran, Wakil Kepala Sekolah Bidang sarana dan prasarana untuk menyiapkan ruang belajar yang menunjang terlaksananya pembelajaran.
  3. Mendorong peserta didik untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran di laboratorium komputer melalui media ajar yang menarik, materi ajar yang komunikatif dan bahan ajar yang interaktif secara kolaboratif. 
  4. Memotivasi peserta didik dengan memberikan apresiasi berupa rewards dalam bentuk beragam seperti kalimat pujian, gerakan mmemuji, nilai positif dan bahkan hadiah yang dapat menumbuhkan semangat belajar peserta didik lebih baik lagi.
Proses
Proses yang di jalankan sesuai dengan RPP yang sudah dibuat secara garis beras adalah sebagai berikut:
  1. Melakukan persiapan:
  2. Mengkondisikan kelas agar kondusif.
  3. Memasang proyektor dan speaker.
  4. Mengatur letak kursi dan meja peserta didik.
  5. Menyiapkan alat pembelajaran yang akan digunakan seperti Komputer terpasang aplikasi perangkat lunak pengolah kata dan pengolah angka dengan terhubung internet.
  6. Melaksanakan Kegiatan Pendahuluan:
  7. Peserta Didik dan guru saling memberi dan menjawab salam serta menanya kabar.
  8. Guru dan peserta didik berdoa bersama.
  9. Guru memeriksa kehadiran peserta didik.
  10. Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya.
  11. Guru melakukan apersepsi.
  12. Guru menjelaskan Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran serta manfaat dari materi yang dipelajari.
  13. Menyajikan materi atau pertanyaan pemantik.
  14. Melaksanakan Kegiatan inti sesuai dengan model dan metode pembelajaran yang dipilih:
  15. Mengajak siswa untuk menggunakan teknologi (komputer) dalam pembelajaran yakni Media Ajar Berbasis AI
  16. Mengenalkan media pembelajaran inovatif berbasis ICT dan TPACK yaitu Website / Blog Pembelajaran dan Goggle Form kepada peserta didik.
  17. Bersama peserta didik mempraktekkan pembelajaran melalui integrasi media Microsoft Word dan Microsoft Excel penggunaan fitur lanjutan mail merge dalam pembuatan dokumen surat undangan resmi dan Google Form
  18. Melaksanakan kegiatan penutup:
  19. Saling bertanya jawab terkait proses penyelesaian project yang sudah diselesaikan bersama-sama dalam kelompok masing-masing.
  20. Guru meminta peserta didik untuk merefleksikan pembelajaran yang sudah dilakukan bersama.
  21. Peserta didik diberikan apresiasi.
  22. Guru menginformasikan materi ajar pada pertemuan berikutnya.
  23. Peserta didik di minta untuk memimpin doa penutup.
  24. Guru dan peserta didik saling memberi dan menjawab salam.
Dukungan
Dalam pelaksanaan pembelajaran, saya juga dibantu dan didukung dengan sangat baik oleh:
  1. Kepala sekolah dan rekan-rekan guru sejawat di sekolah saya dalam proses persiapan perangkat pembelajara, penjadwalan kelas untuk praktik pembelajaran dan pengadaan alat penunjang seperti proyektor, terminal, listrik, komputer, dan kamera.
  2. Rekan Guru dalam membantu saya mengatur tata letak seluruh perangkat dan alat penunjang pembelajaran di kelas dan sebagai videografer
  3. Dosen Pembimbing dan Guru Pamong dalam mengarahkan proses kegiatan pembelajaran pembelajaran yang baik dan benar.
Sumber Daya / Sarana yang diperlukan
Sarana dan prasarana penunjang kegiatan pembelajaran yaitu:
  1. 1 ruang kelas laboratorium komputer yang tenang, nyaman dan bersih.
  2. 1 set dokumen perangkat pembelajaran.
  3. 37 komputer (1 di gunakan untuk presentasi materi melalui media pembelajaran berbasis AI)
  4. Jaringan internet
  5. 1 proyektor
  6. 3 kamera
  7. 1 kabel terminal listrik
  8. 1 speaker active
Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Dampak dari penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan metode demostrasi untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Bojonegoro pada topik pembelajaran fitur lanjutan Mail Merge pada aplikasi perkantoran, antara lain:

Guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator atau pembimbing di kelas sehingga pembelajaran lebih berpusat pada peserta didik. Hal tersebut dapat dilihat dari berkurangnya intensitas dan frekuensi guru dalam melakukan ceramah dan banyaknya kegiatan yang menuntut komunikasi dua arah antara peserta didik dan guru, bahkan peserta didik dapat belajar secara mandiri menggunakan strategi dan cara yang mereka sukai.

Melalui model dan metode pembelajaran inovatif, peserta didik menjadi lebih aktif dan bersemangat mengikuti pembelajaran di kelas laboratorium komputer. Terlihat dari keterlibatan seluruh peserta didik saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disajikan dalam media pembelajaran berbasis AI, mengamati bersama video pembelajaran yang di tampilkan terutama saat peserta didik secara berkelompok, berdiskusi dan berkejasama menyelesaikan Project melalui media berbasis TPACK dan ICT, materi yang disajikan menjadi lebih menarik dan variatif serta mudah diakses baik oleh peserta didik maupun guru. Sehingga pembelajaran berlangsung menjadi lebih menarik. Lalu media yang kedua yaitu Goggle Form, media ini sangat membantu untuk mengerjakan soal. Selain itu, menggunakan Goggle Form mempermudah saya sebagai guru untuk mengetahui hasil nilai peserta didik.

Respon dari guru pamong dan dosen pada kegiatan praktik pembelajaran tersebut sangat positif dan suportif, sehingga diharapkan kegiatan praktik baik tersebut dapat dilanjutkan pada proses pembelajaran berikutnya di sekolah, selain itu peserta didik dan rekan-rekan guru memberikan respon yang sangat baik terkait dengan model PjBL yang sudah diterapkan dalam proses pembelajaran.

Faktor keberhasilan dari kegiatan praktik pembelajaran ini adalah model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran Project Based Learning (PjBl) dan media yang digunakan lebih inovatif dan interaktif. Hal tersebut berdampak pada proses pelaksanaannya, dimana guru dapat memberikan tampilan materi pembelajaran melalui media ajar berbasis AI. Sedangkan peserta didik menjadi lebih aktif secara individu maupun kelompok saat membuat project dokumen surat undangan resmi.

Dengan keberhasilan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa peserta didik sudah mampu secara aktif dan kreatif dalam membuat dokumen surat undangan resmi melalui platform Microsoft integrasi aplikasi Microsoft Word dan Microsoft Excel di lingkungan sekolah.

Intisari pembelajaran yang diperoleh adalah dalam setiap proses pembelajaran pendidik harus menyadari kondisi atau situasi kelas serta karakteristik peserta didiknya sehingga paham betul tentang apa masalah dan solusi yang dibutuhkan oleh peserta didik. Selanjutnya guru juga harus menyesuaikan materi dengan model dan metode pembelajaran inovatif didukung oleh media pembelajaran yang menarik dan modern, baik dalam kategori digital maupun analog. Setelah mengetahui masalah yang dihadapi peserta didik, maka pendidik merasa tertantang untuk selalu meningkatkan kualitas diri agar dapat melakukan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Apabila guru senantiasa selalu meningkatkan kompetensinya, maka kemampuan dan pengetahuan peserta didik pun akan meningkat.





 
Copyright © 2021 SMA Negeri 1 Bojonegoro. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger