Home » » Program Gerakan Literasi Sekolah Yang Menjadi Budaya Positif di SMAN 1 Bojonegoro

Program Gerakan Literasi Sekolah Yang Menjadi Budaya Positif di SMAN 1 Bojonegoro

Posted by SMA Negeri 1 Bojonegoro on Kamis, 23 September 2021

Purnomo Wahyudi, S.T.
Guru Prakarya Kewirausahaan
Administrator dan Web Development

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Bojonegoro adalah Sekolah tertua di Bojonegoro yang terletak di Jl. Panglima Sudirman 28 Bojonegoro. Perjalanan SMA Negeri 1 Bojonegoro dari tahun ke tahun selalu menunjukkan prestasi yang gemilang dan mulai tahun 2006 SMA Negeri 1 Bojonegoro dipercaya oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai sekolah Rintisan SMA bertaraf Internasional sebagai manifestasi Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 yang mengamantkan bahwa setiap Kabupaten/kota sekurang-kurangnya ada satu Sekolah bertaraf Internasioanl untuk setiap jenjang Pendidikan. Tahun 2011 bersama Sekolah lainnya di Indonesia SMA Negeri 1 Bojonegoro memasuki tahun kelima sebagai batas akhir pendampingan oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tahun 2016 SMA Negeri 1 Bojonegoro ditunjuk dan dipercaya oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai SMA Rujukan. SMA Rujukan adalah SMA yang telah memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan (SNP), mengembangkan ekosistem sekolah yang kondusif sebagai tempat belajar, mengembangkan praktik terbaik dalam peningkatan mutu berkelanjutan, melakukan inovasi dan berprestasi baik bidang akademik maupun non akademik, serta melaksankan program kebijakan pendidikan yang layak menjadi rujukan SMA lain.

SMA Negeri 1 Bojonegoro sebagai SMA Rujukan di awali dengan adanya workshop Asistensi dan Sinkronisasi Program Bantuan Pemerintah SMA Rujukan yang dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Workshop Asistensi dan Sinkronisasi Program Bantuan Pemerintah SMA Rujukan ini dilaksanakan dalam 5 region masing-masing selama 4 (empat) hari dan. SMA Negeri 1 Bojonegoro ikut dalam region Yogyakarta yang pelaksanaanya pada tanggal 22-25 Juni 2016 di Hotel East Parc Yogyakarta. Peserta workshop region yogyakarta sebanyak 139 Kepala SMA Rujukan yang berasal dari provinsi DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur. Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara.
 
Bantuan Pemerintah SMA Rujukan di tahun pertama digunakan untuk : 1. Sosialisasi Program SMA Rujukan (Pengembangan Profil SMA Rujukan dan sosialisasi SMA Rujukan), 2. Peningkatan Mutu Pemenuhan SNP (IHT Analisis Silabus dan Pengembangan RPP, Pengembangan penilaian berbasis TIK, workshop penggunaan soal berbasis aplikasi, workshop penembangan soal HOTS), 3. Implementasi Kebijakan Kemdikbud (Penumbuhan budi pekerti, pelaksanaan pengembangan muatan lokal, pelaksanaan pengembangan kewirausahaan, pengembangan literasi Sekolah, penyelenggaraan sekolah aman), 4. Program keunggulan SMA Rujukan (Pembinaan prestasi (OSN), dan Pengelolaan lingkungan).

Di tahun 2017 SMA Negeri 1 Bojonegoro sebagai SMA Rujukan memasuki tahun yang ke-2 ikut dalam region Surabaya. Bantuan Pemerintah SMA Rujukan di tahun kedua masih digunakan salah satunya dalam pengembangan literasi di sekolah.

Gerakan literasi sekolah yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program SMA Rujukan merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga pendidik, pengawas sekolah, komite sekolah, orang tua / wali murid peserta didik), akademisi, penerbit, media masa, msyarakat dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Data Penelitian Pemeringkatan Literasi melalui Indeks Literasi Nasional oleh Kemendikbud yang menghasilkan Indeks Alibaca (Angka Literasi Membaca) Indonesia yang dikeluarkan di tahun 2019 menunjukan hasil bahwa dari 34 provinsi di Indonesia, terdapat sembilan provinsi (26%) masuk dalam kategori aktivitas literasi sedang; 24 provinsi (71%) masuk kategori rendah; dan satu provinsi (3%) masuk kategori sangat rendah dimana artinya, tidak ada satupun provinsi di Indonesia yang masuk kategori aktivitas literasi tinggi. (Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Tahun 2020).

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Salah satu butirnya menetapkan adanya budaya baca yang diawali dengan kegiatan 15 menit membaca sebelum pelajaran dimulai di semua jenjang pendidikan dasar dan menengah. Peraturan ini dikuatkan dengan ditetapkannya program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai sebuah gerakan yang bertujuan untuk menumbuhkembang-kan kebiasaan membaca di lingkungan sekolah. Hasil dari GLS diharapkan mampu membekali peserta didik dengan kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif.

Menindaklanjuti amanat UUD 1945 dan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 di atas, SMA Negeri 1 Bojonegoro telah melaksanakan program GLS. Gerakan ini membina dan mengembangkan budaya baca di sekolah dengan program yang melibatkan seluruh warga sekolah (whole-school).

Gerakan literasi sekolah yang telah diterapkan di SMA Negeri 1 Bojonegoro mulai tahun 2016 hingga sekarang tahun 2021 dan sudah menjadi budaya warga sekolah di dalamnya meliputi : 1. Pelaksanaan kegiatan 15 menit membaca Al-qur’an sebelum pembelajaran dimulai, 2 Pelaksanaan kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum pembelajaran dimulai, 3 Pembuatan majalah sekolah yang terbit setiap 1 tahun sekali, 4 Penulisan cerpen dan novel, 5 Penulisan cerkak basa jawa, 6 Penulisan karya ilmiah , 7 Penulisan artikel melalui media blog, 8 Penulisan Tindakan kelas (PTK)

Kegiatan literasi 15 (lima belas) menit membaca Al-qur’an sebelum pembelajaran dimulai oleh seluruh peserta didik dan guru yang dilaksanakan setiap hari selasa dan kamis. Bagi peserta didik yang beragama islam 15 (lima belas) menit sebelum pembelajaran dimulai diberikan kesempatan membaca Al-qur’an, begitu juga dengan peserta didik yang beragama non muslim diberikan waktu yang sama untuk membaca kitab sucinya masing-masing. Sesuai visi SMA Negeri 1 Bojonegoro yaitu membentuk insan yang berakhlak mulia, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, berdaya saing global serta berbudaya lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan penghayatan dan semangat pengamalan terhadap agama serta nilai luhur budaya bangsa yang tercantum dalam misi sekolah di poin pertama.

Kegiatan literasi 15 (lima belas) menit membaca buku non pelajaran sebelum pembelajaran dimulai oleh seluruh peserta didik dan guru yang dilaksanakan setiap hari senin, rabu dan jum’at. Buku yang dibaca adalah buku pilihan sendiri sesuai minat dan kesenangan masing-masing. Sekolah dalam hal ini bisa ambil peran dengan menghadirkan dan menyediakan beragam buku bacaan yang baik dan menarik, tentunya sifatnya edukatif. Buku yang disediakan untuk dibaca semisal novel, kumpulan cerpen, buku ilmiah populer, majalah, komik, dan sebagainya. Kegiatan literasi membaca buku non pelajaran ini harapannya untuk memotivasi peserta didik agar terbiasa membaca dan menjadi budaya bahwa membaca adalah kegiatan yang sangat menyenangkan.

Kegiatan literasi pembuatan majalah sekolah ’Ganesa’ yang terbit setiap 6 bulan sekali. Kegiatan literasi ini dilakukan oleh beberapa peserta didik yang tergabung dalam tim redaksi majalah sekolah. Bagi peserta didik yang memiliki potensi dan minat disini dapat bergabung dalam Tim redaksi majalah sekolah ini. Sekolah sangat mendukung kegiatan literasi ini. Dukungan sekolah ini dengan memberikan bekal ketrampilan jurnalistik bagi tim redaksi majalah sekolah. Kegiatan lokakarya jurnalistik yang mendatangkan narasumber professional dalam bidangnya (wartawan radar bojonegoro dan kontributor trans 7) yang telah dilaksanakan pada awal bulan september lalu tahun 2017 bisa menjadi bekal berharga bagi tim redaksi untuk menyusun dan pembuatan majalah sekolah.

Kegatan literasi penulisan cerpen dan novel. Kegiatan literasi belajar ketrampilan menulis cerita pendek (cerpen) dan novel ini berada dalam ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia. Upaya mendukung gerakan literasi sekolah ini disamping ketrampilan membaca, menulis juga merupakan ketrampilan yang ditekankan oleh pembina / gurunya. Aspek menulis difokuskan agar peserta didik mampu mengapresiasikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam menyusun karangan. Kemampuan menulis cerpen atau novel penting bagi peserta didik untuk dijadikan sarana berimajinasi dan menuangkan pikiran. Karya cerpen dan novel yang telah dibuat peserta didik dijilid dan dijadikan buku. Tidak sedikit karya cerpen atau novel yang dibuat oleh peserta didik SMA Negeri 1 Bojonegoro ini ternyata mampu menjuarai lomba lomba literasi dari tingkat kabupaten hingga tingkat nasional. Ambil contoh peserta didik SMA Negeri 1 Bojonegoro ini atas nama Ditta Hakha dengan karya novelnya D’eiffel : Brums Dans Le Ciel De Paris (Kabut di Langit Paris) ini  karya nya mampu terbit menjadi sebuah buku laris dibawah penerbit Mizan Pubishing dengan kode buku RF-244, ISBN : 9786024201586, Tahun terbit : 2016 dan sebanyak 148 halaman buku.

Kegiatan literasi penulisan karya ilmiah. Kegiatan literasi penulisan karya ilmiah ini diberikan wadah dalam kegiatan ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (KIR). Salah satu program Kelompok Ilmiah Remaja  (KIR) SMA Negeri 1 Bojonegoro adalah OBSERVASI KIR. Tujuan dari program ini adalah menggali dan memanfaatkan beragam informasi dari Unit Kegiatan Mahasiswa  (UKM) yang berziarah di bidang  Penulisan  dan Penelitian Ilmiah. Untuk tahun 2017 ini OBSERVASI KIR SMA Negeri 1 Bojonegoro jatuh pilihan di UKM Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Kegiatan ekstra yang dilaksanakan setiap hari jum’at sore ini sudah berjalan dan berkiprah dalam beragam event/lomba LKIR/LKTI  kurang lebih tiga belas tahun. Tentunya sudah sekian kali pula meraih prestasi baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Bahkan ada salah satu karya tulis ilmiah terbaik dari siswa KIR SMAN 1 Bojonegoro versi LIPI di Jakarta yang diabadikan di ruang pameran publik di Taman Mini Indonesia Indah  (TMII) di Jakarta, yang berjudul Pemanfaatan Limbah Air Kelapa untuk Pengawetan Hasil Produksi Tempe karya Akbar Fahmi (Alumni SMA Negeri 1 Bojonegoro 2009)"

Kegiatan literasi menulis melalui media blog. Budaya menulis peserta didik lewat blog ini hasilnya dapat dilihat di media online website http://pkwusamsa.blogspot.com. Semangat untuk berkarya dan mengembangkan ketrampilan menulis ini menjadi moto mata pelajaran pendidikan prakarya kewirausahaan. Budaya literasi menulis ini disambut baik oleh seluruh peserta didik khususnya kelas 12. Selain dapat menghasilkan karya kerajinan, mereka juga dapat memamerkan karyanya sendiri melalui media online blog yang sudah mereka buat. Rasa kepuasan dan kebanggan tersendiri bagi mereka dapat membuat karya yang bermanfaat dan dapat dipamerkan melalui media blog online.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2024 SMA Negeri 1 Bojonegoro. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger