Home » » Guru SMAN 1 Bojonegoro Belajar Hots dan Literasi dI Malaysia

Guru SMAN 1 Bojonegoro Belajar Hots dan Literasi dI Malaysia

Posted by SMA Negeri 1 Bojonegoro on Monday, April 8, 2019


Salah seorang guru SMAN 1 Bojonegoro, Mas Edy Masrur, S.Pd., berkesempatan untuk meningkatkan kompetensi sebagai guru dalam Pelatihan Pembelajaran HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan Literasi di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Guru Bahasa Indonesia ini bergabung dengan 22 guru bahasa Indonesia, Inggris, dan Jepang dari beberapa provinsi di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai upaya peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan. Ada 1.200 tenaga pendidik dan kependidikan yang dikirm ke 12 negara tujuan, yaitu Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang, Thailand, Australia, Selandia Baru, Belanda, Finlandia, China, Rumania, Hongkong, dan Prancis. Jadwal acara ini: 27 Februari-1 Maret di Jakarta, 2-22 Maret di negara tujuan, dan 23-25 Maret di Jakarta. 

Diklat diselenggarakan di University of Malaya, Kuala Lumpur, perguruan tinggi tertua di Malaysia. Kegiatan setiap Senin-Jumat dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 16.30. Ada tiga narasumber, yaitu Prof. Zahari Othman (anggota Critical Thinking Foundation USA sekaligus direktur UM-CenT-TI Project HOT), Prof. Isahak Haron (dosen senior UMCCed), dan Prof. Dr. Maria Salih (dosen senior Universiti Pendidikan Sultan Idris). “Mereka menyampaikan materi dalam bahasa Inggris, tetapi sesekali menggunakan bahasa Melayu. Untunglah,” ujar Pak Mas Edy.

Kegiatan diawali dengan sesi sharing pengalaman dan tes awal. Sedangkan materi diklat tersebut adalah konsep HOTS sebagai dasar pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi, ragam kemampuan berpikir tingkat tinggi, model pedagogi abad 21 (problem solving, thinking based learning, thinking routines), HOTS dari persepektif kognitif, psikologi, dan filosofi, serta habit of minds.

“Intinya, berpikir adalah kompetensi yang harus terus dilatih dan dikembangkan. Pembelajaran HOTS bukanlah tentang soal yang sulit, melainkan pembelajaran yang membiasakan siswa melewati proses berpikir dan bernalar seperti berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, reflektif, kreatif, dan metakognitif. Belajar tentang HOTS di perguruan tinggi yang didirikan pada 1905 ini menyadarkan saya bahwa guru pun harus terbiasa melatih kemampuan berpikirnya agar bisa membantu anak didiknya melakukan hal yang lebih baik,” terang Pak Mas Edy.

Sesuai agenda, setiap Kamis, semua peserta diklat mengunjungi sekolah di Malaysia. Dua sekolah dalam kunjungan pertama kami adalah dua sekolah kejuruan, dalam bahasa Melayu disebut kolej vokasional, yaitu Kolej Vokasional Sungai Buloh di Selangor dan Kolej Vokasional ERT Setapak di Kuala Lumpur. Sedangkan dua sekolah dalam kunjungan berikutnya adalah Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Abdul Samad di Kelantan dan Kolej Vokasional Shah Alam di Selangor. 

Selain mengenal karakteristik sekolah, lanjut Pak Mas Edy, mereka juga mengobservasi pembelajaran serta berinteraksi dengan para guru dan murid. “Sungguh pengalaman yang berkesan karena kami bisa saling berbagi tentang pembelajaran HOTS (higher order thinking skills) dan pendidikan di dua sekolah ini. Sebagai guru Bahasa Indonesia, kami bersemangat saat bertemu dengan para guru Bahasa Melayu. Maklum, dua bahasa ini serumpun. Apalagi, ada materi dalam Bahasa Indonesia yang berbau Melayu, yaitu sastra Melayu klasik seperti gurindam dan hikayat.” Paparnya..

“Kesempatan ini benar-benar kami manfaatkan. Kami berdiskusi tentang metode, materi, dan penilaian dalam pembelajaran. Kami bertukar email untuk menjalin komunikasi jika ada hal-hal yang perlu kami diskusikan di kemudian hari. Senang rasanya saat kami diberi kenang-kenangan berupa buku dan bahan ajar Bahasa Melayu oleh guru-guru di sini. Oiya, para siswanya menyambut kami penuh antusias,” ujar Pak Mas Edy.

Selain itu, rombongan juga mendapatkan kesempatan untuk melawat KBRI di Kuala Lumpur serta Kementerian Pendidikan Malaysia di Putrajaya. Di KBRI, kami berdiskusi tentang pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mukhammad Farid Maruf. Sementara itu, di Kantor Kementerian Pendidikan Malaysia, kami mendapatkan pemaparan tentang arah kebijakan pendidikan Malaysia.



SHARE :
CB Blogger

Post a Comment

 
Copyright © 2017 SMA Negeri 1 Bojonegoro. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger